RSS

Kamis, 30 Juli 2015

Sakit Penghapus Dosa


Assalamualaikum wr.wb. pengikut Nabi…
Teruntuk dikau yang sedang sakit, atau orang yang engkau sayang. Tidak ada orang yang ingin ditimpa penyakit. Meskipun demikian ternyata ada maksud tertentu dari Allah atas penyakit yang diderita hamba-Nya. Salah satunya adalah untuk menghapuskan dosanya. Ini merupakan keutamaan yang besar dari Allah Swt karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, dosa yang pernah dilakukannya bisa terhapus karena penderitaannya dalam menghadapi penyakit menjadi kafarat / penebus dosanya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan, diserang penyakit, atau kesedihan / kesusahan sampai duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah menghapus dosa - dosanya” [HR.Bukhari].


Sakit adalah kondisi yang tidak diinginkan oleh semua orang. Setiap orang ingin selalu sehat dan berupaya menjaga kesehatannya. Namun, sakit kadang mesti diterima sebagai takdir dan cobaan. Setiap muslim wajib percaya Allah SWT yang menurunkan penyakit dan hanya Dia yang Maha kuasa menyembuhkan.

Rasulullah SAW bersabda:
“Berobatlah, Allah tidak mengadakan penyakit melainkan Ia mengadakan pula obatnya, kecuali satu penyakit. Sahabat bertanya, ‘Penyakit apa itu?’ ‘Dijawab: penyakit karena tua’.” [HR. Ahmad].

Rabu, 24 Juni 2015

"Ramadhan"

Alhamdulillah sekarang telah memasuki minggu ke-2 Ramadhan. Sudah sampai mana bacaan Al-Quran kita? Shalatnya sudah baik? Sudah sepatutnya kita sebagai manusia terus bermuhasabah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Setiap Muslim pasti sangat berbahagia menyambut datangnya bulan yang penuh berkah ini, dimana bulan ini untuk kebanyakan orang dijadikan momen meraih pahala sebanyak – banyaknya sebagaimana yang kita tau bahwa Ramadhan ialah gudangnya pahala, bulan dimana setiap amalan dilipatgandakan pahalanya. Jadi, sudah sepatutnya pada bulan ini, bulan yang datang satu kali dalam setahun ini kita bermuhasabah, merenungkan perbuatan kita yang tlah lalu. Apakah diri ini sudah baik dalam beribadah kepadaNya? Apakah diri ini sudah baik Akhlaqnya? Apakah diri ini sudah menjaga setiap amanah yang dianugerahkan kepada kita? Apakah diri ini sudah baik dalam menjalin silaturahmi terhadap sesama? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang bergelut dalam fikiran.


Kita sadari bahwa dunia ini hanyalah bagian dari  sebuah perjalanan panjang menuju kehidupan abadi. Dunia ini hanya persinggahan, layaknya tempat peristrahatan sejenak dalam perjalanan. Apakah kita bukan termasuk orang yang merugi? Apakah kita tlah memanfaatkan waktu dengan sebaiknya? Wahai saudaraku, setiap perjalanan kita dapat bernilai pahala, perbaiki niat kita dalam menjalani keseharian kita, karena syarat mati tidaklah tua. Setiap detik yang berlalu pertanda waktu kita di dunia tlah berkurang. Maka dari itu, di momen Ramadhan ini alangkah baiknya kita saling memaafkan dan  memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang bersih, kembali ke fitrah kita.

Amin ya Allah.    

Minggu, 15 Maret 2015

Dan Ketika Kita Semakin Jauh

17 Agustus 2014
Setahun berlalu, banyak perubahan yang terjadi antara aku dan kamu. Malam ini, bayanganmu muncul tepat di depan mataku mengingatkan semua tentang aku dan kamu, cerita kita. Sampai sekarang masih tanda tanya apa yang terjadi antara aku dan kamu karena semua terjadi begitu saja tanpa permisi. Waktu berlalu aku dan kamu jauh dan semakin jauh bahkan terasa menyakitkan bagiku dan mungkin begitupun bagimu saat melihatmu setiap hari namun dengan keadaan yang berbeda. Kamu menjadi pendiam, bahkan untuk tersenyumpun kamu enggan. Kamu sangat berbeda, kamu menjauh dari semuanya, kamu pendiam, seolah tak mau berbaur dengan dunia luar. Beberapa kali aku mencoba berbicara denganmu untuk menanyakan apa yang terjadi. Tapi percuma, karena sekarang kamu adalah orang lain seperti kita tidak pernah mengenal sebelumnya, seolah ada bagian dalam buku kehidupanmu yang tlah robek, tak berbekas.

Satu hal yang pasti bahwa semua yang terjadi punya alasan. Ntah itu menyakitkan ataupun membahagiakan. Semua butuh waktu untuk memulihkan keadaan semula. Mengenai aku dan hatiku aku mampu untuk menyembunyikannya bahkan mnguburnya meskipun terkadang rasa itu muncul yang mengingatkan luka lama. Perlahan tapi pasti semuanya berlalu, banyak hal yang kita lalui bersama meskipun kita tak saling menyapa. Sangat canggung rasanya berada dalam kadaan seperti itu. Tapi justru hal itu yang membuat aku semakin kuat dan tegar. Aku bahkan menunjukkan kalau aku bisa bahagia dan tersenyum meskipun kisah kita berakhir begitu saja. 


Dan kamu mulai kembali seperti dirimu yang dulu, kamu yang menjengkelkan tapi lucu, kamu yang mengganggu tapi menenangkan, ah banyak hal tentang kamu yang membuatmu terasa berbeda. Namun, ada hal yang tidak biasa pada dirimu sekarang, kamu berlebihan. Ntah kenapa ada sifatmu yang membuatku semakin tidak care sama kamu. Aku yang sebelumnya sangat peduli padamu, kini berubah menjadi aku yang tidak respect padamu. Bukan karena aku menyimpan dendam, bukan sama sekali, karena aku adalah orang yang tidak mau menguras hati dan fikiran untuk menyimpan dendam ke orang lain. Hal ini lebih dikarenakan karena sifatmu ke aku yang semena - mena akan diriku. Kepadaku yang selalu tulus memaafkanmu meski terkadang kamu membuat air mata jatuh, karena sifatmu. Tapi sudahlah, biarkan itu menjadi penilaianku untuk orang seperti kamu, orang yang pernah berarti dalam hidupku.